Keong mas atau siput murbei (Pomacea canaliculata) adalah hama penting pada padi sawah. Hama ini aktif pada malam hari di sawah yang berlumpur dan tergenang air. Ia paling merusak pada tanaman yang baru ditanam sampai umur sekitar tiga minggu karena memakan batang dan daun muda sehingga tanaman rebah atau hilang. Keong mas berkembang biak sangat cepat dan dapat bertahan berminggu-minggu dalam kondisi kering, lalu aktif kembali ketika lahan digenangi.
Strategi Pengendalian Terpadu
Pengendalian paling efektif memadukan beberapa cara. Berikut urutan yang disarankan, dari yang paling aman:
1. Pengendalian mekanis (manual)
- Kumpulkan keong dan telur. Telurnya berwarna merah muda dan menempel pada batang padi atau pematang. Kumpulkan dan musnahkan, atau jatuhkan ke dalam air. Telur keong membutuhkan kondisi kering untuk menetas sehingga terendam air akan rusak.
- Pasang saringan (kasa atau ijuk) pada pintu masuk air untuk mencegah keong dari saluran irigasi masuk ke petak.
- Buat parit atau cekungan kecil di sudut petak sebagai tempat keong berkumpul sehingga mudah dikumpulkan.
- Pasang umpan berupa daun pepaya, daun talas, atau daun jenis lain pada ajir di petakan agar keong berkumpul, lalu ambil pada pagi hari. Keong yang terkumpul dapat dimatikan, atau diolah menjadi pakan itik dan ikan setelah direbus.
2. Pengaturan air dan umur bibit
- Setelah tanam, jaga genangan tetap dangkal (macak-macak) selama sekitar 7–10 hari pertama. Keong kurang aktif bergerak pada air yang dangkal.
- Tanam bibit yang lebih tua (sekitar 21 hari setelah semai atau lebih) karena batangnya lebih keras dan lebih tahan dimakan keong.
- Tanam serempak untuk mempersingkat waktu rentan.
3. Pengendalian hayati
Itik yang dilepas di sawah sebelum tanam atau setelah panen memakan keong dan telurnya. Cara ini hemat dan sekaligus menambah penghasilan.
4. Moluskisida (pilihan terakhir)
Jika populasi keong sangat tinggi dan cara lain belum cukup, gunakan moluskisida seperlunya, dengan memperhatikan hal berikut:
- Pilih produk yang terdaftar dan diizinkan oleh Kementerian Pertanian. Periksa daftar pestisida terdaftar terbaru karena status izin bahan aktif dapat berubah.
- Bahan aktif golongan organotin seperti fentin asetat sudah dilarang atau dibatasi di banyak negara karena berbahaya bagi biota air. Pertimbangkan pilihan yang lebih aman, misalnya produk berbahan saponin dari biji teh.
- Ikuti dosis dan cara pakai pada label, dan jangan biarkan air dari petak yang diberi moluskisida mengalir ke kolam ikan atau sungai.
- Gunakan alat pelindung diri saat aplikasi.
Kesimpulan
Kunci pengendalian keong mas adalah bertindak lebih awal pada fase tanaman muda, kombinasi cara mekanis, pengaturan air, dan pemanfaatan pemangsa alami, serta pestisida hanya sebagai pilihan terakhir.

