Varietas memegang peran penting dalam hasil padi. Penelitian menunjukkan bahwa varietas unggul baru (VUB) dapat meningkatkan hasil panen sekitar 10–30 persen dibandingkan varietas yang umum ditanam di suatu lokasi, tergantung kondisi lahan dan pengelolaan. VUB merupakan inovasi yang murah dan mudah diadopsi karena petani cukup mengganti benih tanpa tambahan alat.
Karakteristik VUB
- Berumur genjah (pendek) sehingga panen lebih cepat.
- Potensi hasil tinggi.
- Tahan atau toleran terhadap hama dan penyakit tertentu.
- Toleran terhadap cekaman lingkungan seperti salinitas, kekeringan, genangan, atau keracunan zat besi.
- Rasa nasi dan warna beras sesuai preferensi pasar.
Contoh VUB Padi Sawah Umur Genjah
| Varietas | Umur panen | Keterangan |
|---|---|---|
| Padjajaran Agritan | ± 105 hari setelah semai | Beras cokelat muda, nasi pulen |
| Cakrabuana Agritan | ± 104 hari setelah semai | Beras cokelat muda, nasi pulen |
| Inpari 34 Salin Agritan | ± 102 hari setelah semai | Beras kuning bersih, nasi agak pera; tahan salin pada fase bibit sehingga cocok untuk sawah terintrusi air laut |
Contoh VUB Lain
- Inpari 20 dan kelompok varietas Inpari lainnya untuk sawah irigasi.
- Padi gogo (lahan kering): Inpago 13, Inpago 9, Inpago 10, dan Unsoed Parimas.
Deskripsi lengkap tiap varietas, termasuk potensi hasil, ketahanan, dan anjuran lokasi tanam, tersedia di situs Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Periksa deskripsi resmi sebelum memilih.
Tips Memilih Varietas
- Sesuaikan dengan agroekosistem (irigasi, tadah hujan, lahan kering, rawa, atau pasang surut).
- Perhatikan ketahanan terhadap hama dan penyakit yang sering muncul di daerah Anda, misalnya wereng cokelat atau blas.
- Pertimbangkan umur tanam dan pola tanam yang digunakan.
- Pilih sesuai preferensi pasar: pulen atau pera, warna beras, dan harga.
- Gunakan benih bersertifikat dan ganti secara berkala agar mutunya terjaga.
Sumber: Balai Besar Penelitian Tanaman Padi.

.jpg)