Burung bondol tutul (Lonchura punctulata), salah satu burung pemakan bulir padi. Foto: Shiv's fotografia, Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0.
Burung pemakan bulir padi, terutama burung pipit atau bondol (Lonchura spp.) dan burung manyar (Ploceus spp.), dapat menimbulkan kerugian besar saat padi memasuki fase pengisian dan pemasakan bulir. Serangannya cepat dan terkonsentrasi di petak yang masak lebih awal atau lebih lambat dibanding petak sekitar. Pengendalian yang aman bertumpu pada pencegahan dan cara yang tidak membahayakan burung lain maupun manusia.
1. Tanam Serempak
Ini cara paling penting dan murah. Jika semua petak dalam satu hamparan matang bersamaan, serangan burung tersebar dan kerugian per petak kecil. Petani yang menanam terlambat sering menjadi sasaran utama (lihat hasil FGD di Kubu Raya).
2. Pasang Jaring
Jaring (netting) di atas tanaman atau di tepi petak mencegah burung hinggap dan makan. Pasang saat bulir mulai terisi dan pastikan tidak ada celah. Jaring cocok untuk lahan kecil, persemaian, atau bagian petak yang paling rawan, tetapi mahal untuk lahan luas.
3. Pengusir Visual dan Suara
- Pita atau lembaran plastik reflektif, CD bekas, atau pita perak yang berkibar tertiup angin.
- Orang-orangan sawah yang dipindahkan posisinya secara berkala agar burung tidak terbiasa.
- Tali yang dihubungkan ke kaleng atau bambu penggetar yang dapat ditarik dari gubuk.
Burung cepat terbiasa dengan alat yang diam, sehingga variasikan jenis dan letaknya.
4. Penjagaan Saat Fase Kritis
Pengawasan oleh petani atau kelompok pada pagi dan sore hari selama fase pengisian sampai pemasakan bulir sangat efektif. Giliran jaga antarpetani dapat meringankan beban.
5. Pilih Varietas dan Panen Tepat Waktu
Varietas padi berbulu (bergrana panjang) umumnya kurang disukai burung. Panen segera setelah gabah masak agar tidak menjadi sasaran berkepanjangan.
6. Kelola Habitat
Burung manyar membuat sarang di pohon atau rumpun tinggi di sekitar sawah. Mengurangi tempat bersarang di tepi petak dapat membantu, tetapi lakukan dengan bijak agar tidak merusak keseimbangan ekosistem.
Yang Tidak Disarankan
- Racun atau umpan beracun. Racun dapat membunuh burung lain, ternak, dan satwa liar, mencemari lingkungan, dan membahayakan anak-anak serta petani. Penggunaannya juga dapat melanggar aturan.
- Perangkap yang melukai atau membunuh burung tanpa seleksi.
Penutup
Pengendalian burung paling efektif adalah gabungan dari tanam serempak, penjagaan, dan pengusir yang bervariasi. Cara-cara ini aman bagi lingkungan dan hemat biaya.
