Penyemaian yang benar menentukan tanaman padi tumbuh sehat sampai panen. Salah satu penyakit padi yang paling merugikan adalah blas, yang disebabkan jamur Pyricularia oryzae (sebelumnya disebut Magnaporthe oryzae). Blas dapat menyerang daun saat fase vegetatif, dan menyerang leher malai saat tanaman berbunga. Serangan pada leher malai (busuk leher malai) menyebabkan gabah hampa dan hasil turun drastis. Jamur ini dapat terbawa benih dan bertahan pada sisa jerami, sehingga pencegahan harus dimulai sejak semai.
Langkah Mencegah Blas Sejak Persemaian
- Pilih varietas yang tahan atau toleran blas. Tanyakan kepada penyuluh atau BSIP setempat varietas yang sesuai untuk daerah Anda.
- Gunakan benih bersertifikat. Benih bermutu bebas dari campuran varietas lain, memiliki daya tumbuh tinggi, dan lebih terjamin kesehatannya.
- Seleksi benih dengan perendaman air. Rendam benih dalam air; buang benih yang mengapung karena hampa atau kurang bernas, dan pakai benih yang tenggelam. Hindari benih yang berbintik hitam atau bercak.
- Lakukan perlakuan benih. Gunakan fungisida yang terdaftar dan diizinkan, atau agens hayati seperti Trichoderma dan Pseudomonas fluorescens, sesuai petunjuk pada label. Baca dosis dan keselamatan pemakaian dengan teliti.
- Simpan benih dalam kondisi kering dan sejuk. Kadar air benih yang tinggi mempercepat serangan jamur. Jangan menjemur benih langsung di tanah dan jangan menyimpan benih yang basah.
- Jaga lahan persemaian tetap bersih. Buang sisa jerami dan gulma yang menjadi inang jamur, dan pilih lokasi persemaian dengan drainase baik.
- Pupuk nitrogen secukupnya. Pupuk N berlebihan membuat tanaman lunak dan lebih rentan blas. Imbangi dengan fosfor dan kalium.
- Amati secara rutin. Periksa persemaian dan pertanaman minimal seminggu sekali. Gejala awal berupa bercak berbentuk belah ketupat berwarna cokelat dengan pusat abu-abu pada daun.
Jika Gejala Muncul
Segera kurangi pemupukan nitrogen dan atur air. Bila serangan meluas, konsultasikan dengan penyuluh atau petugas pengamat organisme pengganggu tanaman (POPT) untuk menentukan fungisida terdaftar yang sesuai. Waktu penyemprotan yang tepat sangat berpengaruh, terutama menjelang dan saat awal pembungaan untuk melindungi leher malai.
Kesimpulan
Pencegahan blas bertumpu pada varietas tahan, benih sehat, perlakuan benih, pemupukan berimbang, dan pengamatan rutin. Dengan langkah sederhana ini, risiko kehilangan hasil dapat ditekan sejak persemaian.

